Sabtu, 07 September 2013
Senin, 25 Maret 2013
BAB IV
BAB IV
PENUTUP
KESIMPULAN DAN
SARAN
Alhamdulillah’hirobbil
alamin yang dapat penyusun paparkan mengenai materi yang menjadi
pokok bahasan dalam Laporan ini, tentunya masih banyak kekurangan dan
kelemahannya, kerena terbatasnya pengetahuan dan kurangnya rujukan atau referensi
yang ada hubungannya dengan judul Laporan ini.
Penulis banyak berharap para pembaca yang budiman memberikan
kritik dan saran yang sifatnya membangun kepada penulis demi sempurnanya
Laporan ini. Semoga Laporan ini berguna bagi penulis pada khususnya juga para
pembaca yang budiman pada umumnya.
4.1 Kesimpulan
Setelah
melaksanakan prakerin di Perusahaan “PT. PAMAPERSADA NUSANTARA” selama kurang
lebih 2 bulan penyusun/ penulis alhamdulilah mendapatkan pengalaman dalam :
·
Kemampuan
dan ketrampilan kerja yang sebenarnya di dunia industri.
·
Mengenal
lingkungan dan suasana kerja secara jiwa/ psikologis tata laksana dalam
insudtri.
·
Menghayati
tentang tugas-tugas, tanggung jawab dan kedisiplinan bekerja.
·
Menambah
wawasan dalam dunia industri dan hal-hal
·
Menjaga
kebersihan tampat kerja.
4.2 SARAN
Setelah
menjalani PRAKERIN di PT PAMAPERSADA NUSANTARA, saya rasa ada sesuatu hal yang
kurang di perusahaan maupun di sekolah, untuk itu saya mempunyai beberapa saran
bagi pihak sekolah maupun perusahaan.
- Pihak Sekolah
- Hendaknya memepersiapkan diri sehingga pelaksanaan PRAKERIN bisa lebih terarah dan tidak merasa kaku untuk mencoba dan menggunakan alat yang ada di industri juga bisa lebih mengetahui secara detail proses awal hingga proses akhir yang terjadi di perusahaan.
- Pengadaan dan pengembangan berbagai media pembelajaran baik teori praktek, seperti media internet dan melengkapi fasilitas-fasilitas yang belum memadai seperti listrik dan alat-alat praktek.
- Hubungan kerja sama dengan industri-industri baik dalam program pelaksanaan PRAKERIN maupun dalam pelasanaan dan pengembangan kurikulum Tata Busana di SMK Muhammadyah 1 Sangatta Utara.
- Mengadakan buku-buku sumber pembelajaran khususnya bidang Teknik Komputer.
- Selama siswa melaksanakan prakerin sebaiknya pihak sekolah memonitoring siswa se-efektif dan sesering mungkin, sehingga dapat terjalin kerjasama yang baik dengan pihak industri.
- Kami mohon kepada pihak sekolah apabila siswa – siswinya akan melaksanakan prakerin, sudah jauh-jauh hari untuk menempatkan tempat prakerin.Bukan siswa yang mencari tempat prakerin. Sehingga apabila sudah waktunya untuk melaksanakan prakerin siswa tersebut dapat melaksanakan prakerin sesuai dengan waktu yang sudah ditentukan.
- Pihak Industri
- Peningkatan dan pemberian motifasi kepada para karyawan sehingga tercipta semangat kerja dengan penuh dedikasi kepada perusahaan.
- Pemberian pelatihan kepada karyawan guna terciptanya kompetensi karyawan.
- Intstruktur memberikan bimbingan tentang teori-teori yang berkaitan dengan sistem kerja di PT.PAMAPERSADA NUSANTARA khususnya pada saat pelaksanaan pada PRAKERIN sehingga siswa-siswi dapat bekerja dengan baik.
- Peningkatan pengawasan lebih baik untuk meningkatkan kinerja dan kedisiplinan karyawan dalam melaksanakan tugasnya.
- Siswa-siswi PRAKERIN selanjutnya
- Sebisa mungkin janganlah membawa masalah pribadi selama dalam melaksanakan PRAKERIN, karena itu sangat bisa mempengaruhi konsentrasi kinerja kerja dan banyak membicarakan obrolan yang tidak penting selama jam kerja.
- Siswa-siswi yang PRAKERIN lebih meningkatkan dan memeperluas wawasan pengetauan dengan cara rajin belajar.
- Mengembangkan kemampuan dalam melaksanakan proses pembinaan kepada siswa-siswi sebagai peserta PRAKERIN.
- Pada pelaksanaan PRAKERIN hendaknya bersungguh-sungguh dalam mengikuti pembelajaran di sekolah.
Saya selaku penyusun memohon ma’af yang
sebesar-besarnya apabila selama mengikuti PRAKERIN ini masih memiliki banyak
kesalahan ataupun kekurangan. Semoga sedikit ilmu yang saya dapat, bisa
bermanfa’at bagi diri pribadi maupun orang lain dan juga bisa mengurangi
kesalahan ataupun kekurangan tersebut.
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN-LAMPIRAN
5.1 Struktur
Organisasi PT. PAMAPERSADA NUSANTARA
Project Manager
Aris Tandiarrang
|
Deputy PM 1
Honorius LS
|
Deputy PM 2
Eko Susanto
|
Project Secretary
|
Mgt Dev. Officer
|
Engineering Dept
Ariyadi
|
Production 2 Dept
Agus Santoso
|
Production 3 Dept
Habudin
|
Production 1 Dept
Budi Santoso
|
Pit Service Dept
Hotben Sitorus
|
Opr. Training Dept
Budi Bramanti
|
Deputy
PM 3
Bambang
AW
|
Plant
1 Dept
Mujiman
|
Plant
2 Dept
Albert
S., Robbi G.
|
Supply
Mgt Dept
Ardy
Triwichahyanto
|
Tyre
Dept
Alik
Wahyudi
|
SHE
Dept
Richard
FK
|
Human
Capital Dept
Iwan
Suparjo
|
Finance
Adm. Dept
M.
Topik
|
General
Serv. Dept
Cahyo
Prabowo
|
IT
Section
Irham
Hidayat P.
|
5.2 Struktur
Organisasi IT PT. PAMA PERSADA NUSANTARA
Project Manager
|
IT Section Head
|
Chief IT Application
|
IT Service GL
|
IT Appl. Dev Officer
|
IT Service Officer
|
IT Sys. Administrator
|
IT Technician
|
Service Desk
|
BAB III
BAB III
LANDASAN TEORI
3.1 Pengenalan Komponen Perangkat Keras
pada Jaringan Komputer Thin Client
Secara teknis, konsep jaringan thin client dapat dibangun dengan membutuhkan beberapa
komponen perangkat keras, diantaranya :
- Central Processing Unit (CPU) Server
- Perangkat I/O dan Client I/O module
- Intermediary Device
- Media Transmisi
Berikut
merupakan penjelasan singkat tentang komponen penyusun jaringan Thin Client.
1. Central Processing Unit (CPU) Server
CPU pada server jaringan thin client
merupakan komponen yang sangat penting karena semua pemrosesan dan transaksi
data dalam jaringan terjadi disini. Sebagaimana layaknya CPU pada computer desktop,
CPU server pada thin client terdiri dari komponen-komponen penyusun seperti
Motherboard, RAM, Processor, Hard Disk Drive, Graphic and Audio Card, LAN Card,
Power Supply dan komponen tambahan lainnya.
Central Processing Unit
Dalam
implementasinya, perangkat lunak yang dibutuhkan ditanam dan dijalankan pada
CPU ini. Kemudian hasil dari pemroses akan ditampilkan ke perangkat I/O dari
client melalui infrastruktur jaringan yang ada.
2. Perangkat I/O dan Client I/O module
Dalam berinteraksi dengan computer, pengguna membutuhkan
perangkat Input-Output (I/O) dalam aktivitasnya menggunakan sumber daya pada
computer. Pada jaringan Thin Client, perangkat I/O yang digunakan pengguna
seperti : keyboard, monitor, mouse dan divais tambahan lainnya. Seperti umumnya
perangkat I/O pada computer, mouse dan keyboard digunakan sebagai media pemberi
masukan/input pada aplikasi yang dijalankan sedangkan monitor dan perangkat I/O
tambahan sebagai media pemberi tampilan keluaran/output hasil dari pemrosesan
yang dilakukan CPU.
Perangkat Input-Output dan Input-Output Module
Pada jaringan Thin Client, terdapat pula perangkat yang
sangat penting untuk memberikan interface pada perangkat I/O yang digunakan
pengguna yaitu Client I/O module. Modul ini menyediakan port-port yang
dibutuhkan perangkat I/O untuk terhubung ke system server pada jaringan
computer.
3. Intermediary Device
Intermediary Device atau Perangkat Perantara Jaringan
merupakan perangkat yang berfungsi memberikan hubungan atau koneksi setiap
computer pengguna. Selain itu, perangkat ini juga berfungsi sebagai pemberi
penjaluran dan pengatur lalu lintas data di dalam jaringan computer. Ada
beberapa jenis perangkat intermediary device, seperti : switch, router,
WLAN access point, dsb.
Contoh Intermediary Device atau Perangkat Perantara Jaringan
Pada jaringan Thin Client, intermediary device berfungsi
sebagai pemberi koneksi antara perangkat I/O yang digunakan pengguna dengan CPU
server melalui interface yang diberikan oleh I/O modul. Intermediary device
yang umumnya digunakan pada jaringan Thin Client berupa switch atau hub.
Nantinya intermediary device ini akan mengarahkan sinyal informasi masukan dari
perangkat pengguna menuju CPU server dan mengarahkan sinyal output hasil
pemrosesan ke perangkat masing-masing pengguna.
4. Media Transmisi
Saat ini, jaringan Thin Client banyak diterapkan dengan
menggunakan media transmisi kabel. Adapun jenis kabel yang digunakan umumnya
jenis Unshield Twisted Pair (UTP) atau dikenal pula dengan sebutan kabel
Ethernet. Ada beberapa jenis kabel UTP yang ada dipasaran, tetapi untuk
komunikasi pada jaringan local seperti jaringan Thin Client, kabel yang
digunakan adalah UTP category 5 atau category 6. hal ini disebabkan karena
kabel jenis inilah yang memiliki kompatibilitas dengan interface perangkat
intermediary device, server dan juga perangkat pengguna. Kabel jenis ini
umumnya memiliki kecepatan transfer data 10 Mbps hingga 100 Mbps.
Kabel Unshielded Twisted Pair (UTP)
3.2 Uraian Pengertian dan Fungsi Thin
Client
Thin Client adalah sebuah perangkat yang
berfungsi untuk mengakses sumber daya komputer server melalui jaringan TCP/IP.
Dengan alat ini kita bisa memakai atau menggunakan komputer layaknya seperti
sebuah PC biasa. Jaringan Thin Client merupakan sistem
computer yang terdistribusi dalam suatu jaringan dimana semua data dan aplikasi
tertanam pada suatu komputer server terpadu. Oleh karena itu, semua kegiatan
pemrosesan dan pengolahan data dilakukan dengan memanfaatkan sumber daya yang
dimiliki komputer server. Sementara itu, pengguna hanya dihadapkan pada
perangkat input-output (seperti : monitor, mouse dan keyboard) untuk
mengoperasikan fungsi computer sebagaimana umumnya.
Pada jaringan komputer, thin client
merupakan konsep atau metode biasa digunakan untuk alasan efisiensi, baik itu
dari hal biaya operasional maupun konsumsi energi. oleh karena itu, thin client
biasa di manfaatkan untuk memenuhi kebutuhan infrastruktur computer di beberapa
tempat, seperti : perumahan, sarana pendidikan, perkantoran dan warung internet.
Thin Client dapat digunakan pada
Windows server 2003 & 2008 , Windows
XP, Windows Vista , Windows 7, Linux, dan Mac OS. Perangkat ini juga telah di
gunakan diseluruh dunia dan di dukung oleh perusahaan besar seperti IBM,
GOOGLE, Microsoft, Amazon, dll atas segala keunggulan yang di milikinya.Thin
Client tidak membutuhkan kipas pendingin , tidak ada suara , rendah energi ,
mendukung teknologi yang ramah lingkungan.
Perangkat tersebut disebut atau di
kenal sebagai “Thin Client” dikarenakan bentuk dari dimensinya yang kecil dan
ramping. Sehingga dapat ditempelkan di belakang monitor.
Thin Client kemudian juga berkembang
dengan adanya system kompresi dan encripsi seperti Citrix, yang memungkinkan
data frame dapat dikirim melalui jaringan internet yang kecil (per client hanya
membutuhkan 9,600 bps). Solusi Citrix
banyak dipakai oleh perusahaan besar untuk meminimalisasi maintenance komputer
yang biasanya berjarak sangat jauh. Sayang Citrix dijual dengan lisensi yang
sangat mahal, USD200 -an per client.
Thin Client sendiri memanfaatkan
tekhnologi RDP (Remote Desktop Protocol) yang dikembangkan oleh Microsoft
Windows
Terminal Services dan Remote
Desktop. RDP dibuat berdasarkan protokol T. 120
yang spesifikasinya diumumkan oleh International Telecommunication Union (ITU), yang juga merupakan protokol yang digunakan di
dalam perangkat lunak konferensi jarak jauh Microsoft Net Meeting.
3.3 Analisa Teori
Kekurangan dan
Kelebihan Pc Station
Pada dasarnya
Pc Station dan Client Server memiliki cara kerja yang sama, namun PC Station
memiliki kekurangan dan kelebihan sebagai berikut:
Kelebihan:
·
Perawatan
mudah. Artinya kita tidak perlumeng-install software satu persatu tidak seperti jika menggunakan pc biasa.
·
Terlihat
lebih rapih. Karena bentuk dari thin-clinet relative kecil (kurang lebih
sebesar modem DSL) dan dapat ditempel di belakang monitor LCD.
·
Management
data lebih mudah. Karena diposisikan sebagai user (remote desktop user), maka
masing-masing user memiliki file dokumen sendiri sesuai dengan nama user yang
didaftarkan saat proses instalasi server.
·
Management
software juga lebih mudah. Dengan system ini kita bias mengatur software apa
yang bias ditampilkan kemasing-masing user.
·
Penggunaan
daya lebih kecil. Jika dilihat dalam buku manual, thin-client ini hanya
mengkonsumsi daya sebesar maksimal 5V x 2 A atau maksimal 10 watt aja
(efesiensi biaya).
·
Legalitas.
Karena hanya menggunakan 1 Operating Sistem, maka biaya yang dikeluarkan pun
hanya untuk 1 OS.
Kekurangan:
·
Sangat
tergantung pada server. Jika server bermasalah maka thin-client juga bermasalah
·
Tampilan
layar. Sampai saat ini, remote desktop hanyabisa memberikan dept resolution sampai
24 bit, itupun jika thin-clinet mendukung. Dan juga belum support dengan
tampilan wide screen. Tampilan terlihat tidak proporsional jika menggunakan
wide screen.
·
Adaptor tidak bergaransi. Distributor biasanya member
garansi hanya untuk thin-clientnya saja tidak termasuk adaptor, jadi mungkin
anda harus memasang lagi saklar untuk memutus hubungan listrik ke adaptor (atau
cabut aja secara manual) jika thin-client sudah tidak digunakan lagi.
·
Virus
– Terdapat virus yang menyerang file system network. Sehingga user tidak bias
meremote ke server.
3.4
PersiapanKerja
Dikarenakan jaringan di lingkungan
telah tersedia, Maka kami hanya mempersiapkan settingan server utama dan server
cadangan.
3.5
Cara Install Server Untuk Thin Client
Instalasi Driver
1.
Masukkan CD Driver Pc Station ke CD/DVD computer
server. Jalankan autorun.exe dan ikuti petunjuk selanjutnya.
2.
Pilih system operasi yang digunakan
sebagai server thin client. Jika menggunakan system operasi Windows XP SP2,
maka pilih menu XP SP2/SP3
3.
Kemudian akan tampil 3 pilihan yang
harus kita install satu persatu. Diantaranya register components, Simple installation,
dan domain support.
Kemudian computer akan merestart
secera otomatis. Membuat User Setelah driver thin client terinstal, Server
harus membuat beberapa user sesuai dengan spesifikasi komputer server tersebut.
Speksifikasi PC yang disarankan:
·
1:
Intel Pentium IV 1.3 GHz, 512 MB RAM or higher.
·
2-3:
Intel Pentium IV 2.4 GHz, 512 MB RAM or higher.
·
4-7:
Intel Pentium IV 3.0 GHz, 1 GB RAM or higher.
·
8-10:
Intel Pentium IV 3.2 GHz, 2 GB RAM or higher.
·
10-15:
Intel Pentium IV or Xeon 3.0 GHz, 3 GB RAM or higher.
·
16-20:
Intel Pentium IV or Xeon 3.2 GHz, 4 GB RAM or higher.
·
21-25:
Intel Pentium IV or Xeon 3.4 GHz, 5 GB RAM or higher.
·
26-30:
Intel Pentium IV or Xeon 3.6 GHz, 6 GB RAM or higher.
KebutuhanOS:
(Operating System: Maksimal Thin Client yang bias terhubung)Windows XP Home Edition : 10 units
(Operating System: Maksimal Thin Client yang bias terhubung)Windows XP Home Edition : 10 units
·
Windows
XP Professional : 10 units
·
Windows
XP Media Center Edition : 10 units
·
Windows
Server 2003 (Standard Edition / Enterprise Edition) : 30 units
·
Windows
Small Business Server 2003 : 30 units
·
Linux*
:>30 units
* Tergantung pada versi linux
Langkah-langkah membuat user
(client) pada server(windows)
·
Klik
start
·
Pilih
Control Panel
·
Pilih
menu administrative tools
- Pilih computer management
- Pilih local users and groups
- Klik users, kemudian tampil nama user yang kita inginkan
- Jika ingin membuat user baru, maka klik kanan dan pilih New User, jumlah user disesuai kan dengan spesifikasi hardware dan software pada server PC Station. Misalnya membuat 10 user yang bernama MS1-MS10
Menampilkan Program Aplikasi di Users
·
Klik
Start
·
Pilih
My Computer
·
Pilih
drive C: (System)
·
Pilih
Documents and setting
- Pilih all users, klik Desktop
Maka akan tampil shortcut program yang ada di semua client. Jika ingin
menambahkan, maka copy program yang dibutuhkan.Maka program tersebut secara
otomatis akan tampil di desktop semua user.
MengirimPesan
·
Tekan
tombol Alt + Ctrl + Delete (Task
Manager)
-Pilih panel Users
Maka akan tampil nama user yang
sedang aktif
-Jika ingin mengirim pesan, maka pilih
panel “Send Message”
-Padakotak “Message”, kemudian tulis
pesan yang akan dikirimkan.
-Pilih “Ok”
Disconect dan Log Off Users
·
Tekan
tombol Alt + Ctrl + Delete (Task manager)
·
Pilih
Users
·
Jika
ingin me-Log Off user, pilih panel “Log
Off”
·
Jika
ingin me-Disconnect User, pilih panel “Disconnect”]
3.6 Cara Install
Client Untuk Thin Client
Hubungkan perangkat seperti
keyboard, mouse, monitor, power adapter, speaker. Lalu, nyalakan tombol
power.Grafik berikut akan muncul setelah scroll bar berakhir.
Pengaturan Sistem
Klik tombol
untuk memasukkan
password:
Masukkan password, maka setsystem
akan ditampilkan setelah password dimasukkan:
1. Screen Resolution Settings
(Pengaturan Resolusi Layar)
Klik tombol untuk mengatur resolusi layar.
Pilih resolusi layar yang relevan
dan sistemakan restart setelah klik tombol "OK".
2, Pengaturan Jaringan
Klik
untuk menampilkan link
jaringan.
Pilih
untuk mengatur
jaringan.
Klik
untuk mendapatkan alamat IP secara otomatis.
Klik
untuk memasukan alamat
IP secara statis/manual.
Masukkan alamat IP yang relevan,
Subnet Mask, Gateway, kemudian klik
untuk memasukkan pengaturan DNS; Setelah masukan alamat DNS
yang relevan, klik tombol “ok”.
3. Menghapus dan Menyimpan
Pengaturan Alamat Server
Klik
dan masukan alamat IP
server.
Setelah masukan IP server, klik
tombol
untuk memasukkan alamat
server menyimpan pengaturan.
Setelah masukan nama pengguna baru,
klik tombol
Nama server "default.rdp".
Anda dapat mengubah nama sebelum Anda mematikan server. Kemudian, klik
"Ok" tombol. Jika pengguna perlu menghapus default.rdp, masukkan dan
pilih
. Lalu, klik kanan
untuk memilih "Hapus". Alamat server akan disimpan sebelum dihapus.
4. Pengaturan Sambungan otomatis
Klik
untuk memasuk kan
pengaturan otomatis.
Pilih
dan klik
"save". Log formakan muncul automati cally appear. Kemudian, jika
Anda perlu menghapus sambungan otomatis, pilih
. Kemudian, klik
tombol”save”.
5, Mengubah Pengaturan Password
Setsystem
Klik
untuk memasukkan dan
mengubah sandi.
Masukkan password lama dan password
baru, kemudian klik tombol ”save”.
6, Pengaturan Volume
Klik
untuk memasukkan bentuk
volume.
7, Masukkan Windows Explorer
Klik
untuk masukke Windows
CE.
Pengaturan Fungsi Terminal Lokal
1, Klik tombol
untuk memasuki browser
terminal untuk menelusuri halaman web.
2, Klik tombol
untuk memasukkan file
kantor browsing. Sebagai berikut:
Klik "QUIT" untuk log out.
3, Klik tombol
untuk memasukkan media
player.
4, Klik tombol
untuk shutdown.
Koneksike Server
1, Koneksi Manual
Konfirmasikan pengaturan yang
relevan tentang jaringan sebelum menghubungkan ke server
Klik tombol
untuk menghubungkan
server secara manual. Sebagai berikut;
Setelah memasukkan variasi alamat
IP, klik "connect" untuk memasukkan user logform segera .
Masukkan nama pengguna dan set
password sebelumnya, kemudian klik "confirm" untuk login di server.
2, Koneksi Otomatis
Sebelum menghubungkan server secara
otomatis, silahkan mengkonfirmasi pengaturan yang relevantentang jaringan,
server alamat penyimpanan, dan secara otomatis akan menghubungkan ke server
3.7 Troubleshhooting Thin Client
- Client tidak bisa remote ke server
Penyebab :
§ Server tidak
stabil/rusak
§ Salah
memasukkan alamat server
Solusi :
§
Periksa pengaturan jaringan pada thin
client dan servernya
§ DHCP server
tidak berfungsi
§
Restart ulang server
- Data client ada yang hilang
Penyebab : - Server
terkena virus
Solusi : - Pasang antivirus,spyware pada server
- PC server lambat
Penyebab : - Server terkena virus/tidak stabil
- Client masih log on ng
- Memory kura
Solusi : -
Pasang antivirus
- Jika client sudah selesai menggunakan thin
client harus log off
- Tambah memory pada
server(RAM,Harddisk,dll)
3.8
Perawatan Thin Client
- Pasang antivirus pada server
- Jika thin client selesai digunakan,segera log of dan matikan thin clientnya
- Matikan server jika sudah tidak ada yang memakai thin client
Langganan:
Komentar (Atom)